“Apakah kepemimpinan itu?” “Apa bedanya pemimpin dengan manajer?” “Apakah saya harus belajar tentang kepemimpinan?” “Apakah kepemimpinan harus dimiliki oleh seorang bawahan atau staf?” “Apakah kepemimpinan bisa dipelajari?” “Gaya kepemimpinan apa yang cocok dengan diri saya?”. Ini adalah beberapa pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan menyangkut kepemimpinan.
Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya sikap (jiwa) kepemimpinan sudah ada pada tiap diri manusia. Allah yang Maha Besar telah menganugerahkannya pada setiap insan yang lahir ke muka bumi. Sebagai individu, setidaknya manusia memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Ia bebas menentukan tindakan apa yang ingin ia lakukan. Hanya saja, perlu diingat bahwa setiap tindakan tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Terlebih lagi bila tindakan tersebut berdampak pada orang lain ataupun lingkungan.
Bila memimpin diri sendiri mungkin terasa mudah, tidak demikian halnya dengan memimpin orang lain. Kepemimpinan bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan atau karena kita memiliki bawahan (staf). Kepemimpinan adalah sesuatu yang abstrak dan sulit namun dapat dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam sebuah organisasi.
Memimpin adalah seni berinteraksi dengan orang lain. Keberhasilan sebuah kepemimpinan tampak selama kita memimpin orang lain dan akan semakin terlihat di saat kita telah “meninggalkan” organisasi yang kita pimpin. Reaksi murni para bawahan, staf, dan pengikut lah yang akan menjadi indikatornya. Baik atau buruk kita selama memimpin akan terlihat dari sana.
Buku ini disusun dalam tiga bagian. Bagian pertama menguraikan pengertian kepemimpinan, teori dan model kepemimpinan, perbedaan pemimpin dengan manajer, dan kekuasaan (power). Bagian kedua membahas kompetensi dalam kepemimpinan. Bagian ketiga membahas praktik kepemimpinan efektif. Secara khusus, bagian ketiga buku ini disajikan dengan mengadopsi perilaku-perilaku kepemimpinan teladan yang digagas oleh duo pakar kepemimpinan transformasional, yaitu James M. Kouzes dan Barry Z. Posner.